Sistem Informasi Desa Karangtengah Kembaran
KARANGTENGAH – Suasana khidmat menyelimuti Desa Karangtengah saat ratusan warga berkumpul untuk memperingati peristiwa agung Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Acara yang berlangsung meriah namun penuh makna ini diinisiasi sepenuhnya oleh pemuda-pemudi yang tergabung dalam Karang Taruna Dinamik VIII Desa Karangtengah.
Perhelatan ini menghadirkan tokoh ulama kharismatik, Al Mukarom Al Ustadz K.H. Muhammad Sa'id Suyuti atau yang lebih akrab disapa Abah Sangidun, Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ushulil Hikmah Linggasari, Kembaran, Banyumas. Kehadiran beliau semakin semarak dengan iringan lantunan shalawat dari Grup Hadroh Al Azka yang menggetarkan jiwa.
Pemerintah Desa Karangtengah memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif luar biasa ini. Dalam sambutannya, Sekretaris Desa Karangtengah, Bapak Mahfudin memuji keberhasilan Karang Taruna Dinamik VIII yang mampu menyelenggarakan acara keagamaan dengan skala yang besar.
Beliau menekankan bahwa Karang Taruna bukan sekadar organisasi, melainkan wadah penyaring (filter) di tengah arus pergaulan bebas yang semakin mengkhawatirkan.
"Kami mengimbau kepada bapak dan ibu sekalian, ajaklah anak-anak kita bergabung ke Karang Taruna. Ini adalah wadah positif agar putra-putri panjenengan semua minimal tidak mengenal alkohol. Biarkan mereka tumbuh dalam lingkungan yang terjaga," tegas Sekdes Karangtengah dalam sambutannya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Karang Taruna Dinamik VIII, Bambang Wisnu Brata, dalam pidatonya menyampaikan pesan membakar semangat bagi para pemuda. Ia menegaskan bahwa pemuda adalah tumpuan masa depan desa.
"Pemuda harus bergerak. Kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga nama baik Desa Karangtengah yang selama ini dikenal sebagai desa yang agamis. Melalui kegiatan seperti ini, kita membuktikan bahwa pemuda sanggup menjadi garda terdepan dalam syiar agama," ujar Bambang.
Memasuki acara inti, Abah Sangidun memberikan wejangan rohani yang mendalam. Beliau mengingatkan bahwa inti dari peristiwa Isra Mi’raj adalah perintah shalat lima waktu. Abah mengharapkan momentum ini menjadi titik balik bagi warga Karangtengah untuk semakin disiplin dalam beribadah.
"Jadikan Isra Mi’raj ini pelajaran bagi kita semua untuk senantiasa menegakkan shalat lima waktu. Karena shalat adalah imaduddin, tiangnya agama. Jika shalatnya tegak, maka kokohlah seluruh aspek kehidupannya," pesan Abah Sangidun kepada jamaah.
Acara yang memadukan pengajian dan lantunan shalawat ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Abah Sangidun. Seluruh jamaah tampak larut dalam doa, memohon agar Desa Karangtengah senantiasa dilimpahi keberkahan, kedamaian, dan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Dengan suksesnya acara ini, Karang Taruna Dinamik VIII telah membuktikan bahwa sinergi antara pemuda, pemerintah desa, dan tokoh agama mampu menciptakan harmoni yang indah demi kemajuan moralitas desa tercinta.